Thailand, 18 Oktober 2024 - Universitas Nurul Jadid (UNUJA) turut berpartisipasi dalam acara bergengsi International Conference on Interreligious Dialogue for Reconciliation and Resilience yang digelar pada tanggal 18-19 Oktober 2024 di Hotel Lee Gardens, Hatyai, Songkhla, Thailand. Konferensi ini bertujuan mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan dialog antaragama dalam upaya rekonsiliasi dan memperkuat ketahanan masyarakat global.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Director Rajamangala University of Technology Krungthep Institute of Science Innovation and Culture (RMUTK-ISIC), Yaoping Liu, Ph.D., Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, serta Gubernur Songkhla, Mr. Somnuk Promkeaw. Selain itu, akademisi dari sembilan negara turut hadir, termasuk Sofian Syaiful Rizal, M.H., salah satu dosen Prodi Hukum Keluarga, Fakultas Agama Islam UNUJA, yang diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya.
Dalam sambutannya, Yaoping Liu, Ph.D. menekankan pentingnya konferensi ini sebagai wadah untuk berbagi pandangan tentang peran agama dalam memperkuat perdamaian dan solidaritas. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, juga menekankan perlunya membangun hubungan akademis lintas negara untuk menjadikan agama sebagai perekat sosial, bukan sebagai sumber konflik.
Sofian Syaiful Rizal, mewakili UNUJA, memaparkan artikel berjudul "Mechanisms of Islamic Law in Preventing Radicalism through Community Resilience". Penelitian tersebut membahas mekanisme hukum Islam dalam mencegah radikalisme melalui ketahanan sosial berbasis pada prinsip keadilan, moderasi, dan kesejahteraan sosial. Ia menjelaskan bahwa hukum Islam menekankan pentingnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan harmoni antarindividu untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan seimbang.
Sofian juga menyoroti bahwa ketidakadilan sosial dan ekonomi sering menjadi akar penyebab radikalisme. Oleh karena itu, ia mengusulkan pendekatan distribusi kekayaan yang adil melalui zakat, sedekah, dan wakaf sebagai solusi untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan mengurangi kerentanan terhadap ideologi ekstremis.
Kehadiran Sofian di konferensi ini merupakan hasil seleksi ketat, di mana peserta diwajibkan melampirkan full paper penelitian melalui portal resmi RMUTK-ISIC. Artikel yang terpilih mendapat kesempatan untuk dipresentasikan di Thailand, sekaligus membawa nama UNUJA dalam forum internasional.
Sofian mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam konferensi ini sangat memotivasi dirinya untuk terus mengembangkan pengetahuan dan pengalaman, sejalan dengan nasihat KH. Zuhri Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta komitmennya untuk membawa kebanggaan bagi keluarga dan institusi melalui prestasi akademis nasional dan internasional.
Konferensi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat dialog antaragama dan solidaritas global untuk menciptakan masyarakat yang lebih damai dan stabil.
Pewarta: Desy
Foto: Sofian
Copyright © HUMAS UNUJA 2024